air di gelas
perjamuan semisal mimpi gemetar
di matamu seribu
jawaban tetaplah malam
hanya hujan
remang-remang nyapa waktu
tanganku karatan
oleh musim
menuangkan
tuak-dawai lokananta
agar aku bisa
memandikan kemarau
ibu menggelepar
dalam sajakku
hujan pagi
semakin kabur di matamu
mengusiri
hari-hariku tanpa maksud
dari model-model
pakaian basah buat mandi.
Dan di matamu
aku ingin mandi tanpa kelamin
Maret 2007

Tidak ada komentar:
Posting Komentar