Pesan-pesan
kecil menggeret kita
Delapan
belas nyawa melayang-layang
Jalanan
berkelok ke dasar jantung
“Aku ingin
menjadi kata dalam puisimu,”
kau
membawa bungkusan dengan gambar riuh
Roti untuk
penebusan
Air untuk penyucian
Dan permen
untuk menghapus lenguh perjalanan
“Tapi
puisiku terlalu mampat
Sedang
tubuhmu terus tumbuh
seperti
bunga di pagi hari.”
Kau
menderu
Sirine
ambulan di mulai dari sepertiga awal
Malam
adalah tiktok luka
Berguguran
ke meja perhelatan
Burung-burung
menghela selembar daun
“Telah
kupilih kataku untuk menjadi gambar,”
Lalu
menjadi silsilah
Dalam
perhelatan banyak jebakan menganga
Seperti delapan
belas nyawa menyelusup
Seperti
jentik telunjukmu menyungkup
Dalam
rusukku
Probo-jogja,
2014
gambar diambil dari: alifghotika.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar