Kaconkset. Jogja. Jerman dikenal sebagai negara dengan peradaban mesin mutakhirnya. Dengan mesin, Jerman menjelam surga modernisasi. Meski begitu, Jerman yang dibayangkan kaku dan cenderung mekanik itu, ternyata tetap memiliki citarasa seni tinggi. Berbagai pagelaran seni dan kebudayaannya mendapat perhatian penuh dari pemerintah Jerman. Sehingga kesenian Jerman, terutama karya sastranya, tersebar ke penjuru dunia. Maka, bukanlah hal yang aneh, nama Gothe, Brecht, Celan, Rilke, dan lainnya begitu akrab dengan masyarakat sastra Indonesia.
Perhatian pemerintah Jerman (via Goethe Institut) terhadap karya sastranya dapat dilihat pada program penerjemahan puisi-puisi penyair Besar Jerman ke dalam bahasa Indonesia. Dirintis sejak tahun 2003, dengan dieditori oleh sastrawan Agus R. Sarjono dan pengamat sastra Berthold Damshauser, Goethe Institut telah menyuguhkan pada masyarakat sastra Indonesia enam jilid karya-karya Rainer Maria Rilke, Bertolt Brecht, Paul Celan, Johann Wolfgang von Goethe, Hans Magnus Enzensberger, dan Frederich Nietsche.
Memasuki tahun 2013, Goethe Institut meluncurkan Jilid VII seri puisi Jerman. Sabtu (23/02/2013) malam perjalanan buku puisi “Mimpi dan Kelam Jiwa” karya Georg Trakl berakhir di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Sebelumnya, buku penyair yang mati muda karena bunuh diri ini dibaca dan didiskuiskan di Semarang, Solo, dan Magelang.
Diawali dengan suara renyah moderator penyair Dorothe Rosa Herliany memperkenal Berthold Damshauser, acara sastra di sabtu kelabu berjalan meriah. Ruang teatrikal Perpus UIN Sunan Kalijaga dipenuhi pecinta sastra dari berbagai komunitas sastra jogja. Hadir dalam acara tersebut beberapa penulis Jogja: Joni Ariadinata, Sunlie Thomas Alexander, Mahwi Air Tawar, Hamdy Salad, Abidah El-Khaliqie, dan lainnya.
Acara semakin semarak ketika Berthold atau Pak Trump dan Joni Ariadinata membacakan dua puisi master-piece Georg Trakl “Musim Gugur yang Tersihir” dan “Senja Musim Dingin” secara bergantian dalam dua bahasa: Jerman-Indonesia.
Tralk, papar Berthold, merupakan penyair Jerman abad ke-20 yang sangat berpengaruh. Namanya masuk dalam sepuluh orang yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan sastra Jerman dan dunia di eranya. “Georg Tralk adalah penyair berbahasa Jerman yang paling penting di abad ke-20. Katakanlah di antara sepuluh nama terbesar dalam perpuisian Jerman,” ungkapnya. (SW)
Senin, 25 Februari 2013
New
Jogja, Akhir Tour Jilid VII Puisi Jerman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar