B’JONG - santriwarrior

Breaking

Header Ads

SANTRIWARRIOR 728X90

Sabtu, 31 Agustus 2013

B’JONG

Oleh: Salamet Wahedi

:Darsi yang menubuh Chairil

semestinya, kita mesti berikhtiar, Darsi
dengan sepenuh hati dan segenap isyarat
yang diselipkan waktu di sanggul magismu.

sekadar merayakan kematian sekaligus kelahirannya.

hingga malam kehilangan desah
hingga puntung rokok menerangi jalan rebah

segelas kopi dan botol mineral beradu di bibirmu
seperti denting puisi dan lagu
mendekatkan gunung pada daftar menu

tapi Darsi, di halaman berapakah penyair itu mengeraskan doanya?

penyair itu menamatkan detik hijaunya
seperti mata kucing yang meratap di antara kita
antara meja kesepuluh dan kursi keempat dari kitab bisu
silsilah yang menyimpan perempuan-perempuan dengan bibir perak

tapi Darsi, kematian atau kelahiran bukanlah riwayat puntung rokok
abu usia yang mencintai asbak dengan segenap kepasrahan
tukang parkir menarik nasibnya dari gemerincing kantong kita

pun puisi yang kau hunjamkan
sebatas membuka jeda riuh bagi si penjaja buku

semestinya kita mesti berikhtiar
dengan sepenuh hati dan segenap kata yang disimpan malam, Darsi

sekadar memajang senyumnya di jantung kafe
dengan dada cokelat tua dan lambung dari bambu
dengan suara tuhan tersimpan dalam keriut bangsal di atas kepala

Jogja, April 2013

ilustrasi diambil dari: www.cafesara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar