Pinggirpapas. Setelah sempat
tertunda karena cuaca yang tak menentu, buruh P.T. Garam akhirnya mulai masuk
kerja. Menjelang hari raya idul fitri, mereka
dipanggil untuk menggarap
lahan pegaraman IV yang terletak di Desa Pinggir Papas dan Karang Anyar.
Mula-mula pabujha’an, lalu anthek dan kemudian pekerja. Tiga istilah ini
mengacu pada keahlian dan tata cara mengelola lahan garam. Pabhuja’an
dipersepsikan dengan orang yang memiliki keahlian untuk mengelola atau mengatur
air. Anthek diperuntukkan bagi orang yang bertugas membantu pabhuja’an dalam
mengolah air dan petak garam. Sedang pekerja dipanggil untuk melengkapi dua
perangkat sebelumnya dalam melakukan panen garam.
Sebagai
buruh musiman, para buruh sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pergantian
musim sangat menentukan masa mereka bekerja. Antara buruh dan P.T. Garam,
selaku pengelola lahan pertanian garam, tercipta simbiosis mutualisme yang
erat. Antara keduanya tercipat rasa saling membutuhkan. Para buruh membutuhkan
lahan pegaraman sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup, sedang P.T. Garam
membutuhkan buruh dengan segala keahliannya untuk mengelola lahan garam.
Tetapi
simbiosis mutualisme antara buruh dan pihak P.T. Garam tidak selamanya
diimbangi sikap saling pengertian hak dan kewajiban masing-masing, terutama
persoalan upah. Tahun 2013, sebagai tahun sebelumnya, buruh dibayar di bawah
UMK Kabupaten Sumenep, yaitu sebesar 965.000. Buruh P.T. Garam yang dibayar
harian dengan gaji mingguan, secara matematis mendapat upah sebesar Rp. 224.700
. Itu didapat dari perhitunagan 965.000 dibagi 30 hari dikalikan tujuh hari
(seminggu). Kenyataannya, buruh hingga hari ini (16/08/2003, sudah hampir empat
minggu kerja) mendapatkan upah 182.500.
As,
seorang buruh yang namanya tidak berkenan disebutkan, mengungkapkan bahwa
persoalan upah di bawah UMK hampir terjadi setiap tahun. “Tahun kamarin (2012,
red) UMK 825 ribu, tapi kami dibayar 180 perminggu. Sekarang UMK 965 ribu, kami
masih dibayar 182.500. Semoga ada kenaikan,” ujarnya penuh harap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar